Hampir setiap orang dikejutkan dengan judul film dan buku 2012. Setiap peramal nasib, dukun, paranormal, dan profesi sejenis, kini sedang dibanjiri pertanyaan-pertanyaan dari sekelompok sesama kita yang sedang khawatir dan bingung.
Memikirkan atau menganalisa akhir jaman memang bukanlah suatu dosa. Namun jangan sampai kiranya kita lalu jadi ikut takut dan mulai mau mempercayai ramalan suku Maya yang notabene telah punah. Tak pantas juga kiranya kaum yang menyebut diri beriman bisa digoyahkan dengan isu murahan seperti ini.
Sejak jaman Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru hingga masa kini, akhir jaman agaknya telah menjadi suatu topik bahasan yang penuh misteri. Selalu mendobrak kesadaran kita akan saat-saat akhir tersebut: kematian seluruh umat manusia.
Pengkhotbah 7:8 mengatakan bahwa: Akhir suatu hal lebih baik daripada awalnya.
Dunia pun telah tahu bahwa tak ada satu pun makhluk atau hal dalam dunia ini yang tak akan berakhir. Semua yang fana ini pasti akan berakhir. Bilamana Yesus sendiri tidak tahu kapan hal ini akan terjadi, lalu mengapa pula kita semua yang adalah pengikutNya perlu khawatir atau takut? Rupanya kita semua sedang diuji dalam kepercayaan dan keberserahan diri masing-masing kepada Tuhan. Sebagai ciptaanNya, kita tak pernah tahu kapan akhir jaman akan terjadi. Bahwa setelah akhir hayat setiap manusia beriman, akan ada kehidupan kekal yang Ia janjikan kepada siapa saja yang percaya kepadaNya.
Bacaan Injil Minggu, 29 November 2009
Lukas 21: 25-28; 34-36
Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi debu dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada saat itu orang akan melihat anak manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya.
Mudah-mudahan lewat renungan bersama ini, tak akan ada lagi teori-teori atau pun berbagai macam pertanyaan yang hendak mengungkap misteri akhir jaman.
Renungan 13 Desember 2009
Untuk Komunitas Samadhi Emaus